Slider[Style1]

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bina Insan (BISA) merupakan lembaga yang fokus pada pelayanan sosial anak berbasis keluarga islami yang profesional, tepat sasaran dan amanah


Style5


Menjelang Idul Adha, Umat Islam mulai sibuk mempersiapkan hewan kurban untuk di kurbankan ntah kambing, domba, sapi, kerbau, maupun unta. Diantara hewan-hewan kurban tersebut, Islam mengunggulkan kambing dibandingkan yang lainnya. Daging kambing adalah daging merah yang paling banyak di konsumsi di dunia. Kelezatannya memang menggoda setiap orang. Namun, banyak mitos dan klaim medis bahwa daging kambing berbahaya. Benarkah hal tersebut? 
Ø  Apakah Daging Kambing Berbahaya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
اتخذوا الغنم فإن فيها بركة
"Peliharalah (manfaatkan) kambing, karena didalamnya terdapat keberkahan" (HR. Ahmad no.26113).
Dalam hadist tersebut disebutkan bahwa didalam daging kambing mengandung keberkahan. Sesuatu yang Rasulullah katakan memiliki keberkahan, tidak mungkin menimbulkan bahaya bagi umatNya. Apa yang sudah disyariatkan tentu bermanfaat dan tidak berbahaya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,
الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح
“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”.
Informasi yang beredar dimasyarakat bahwa daging kambing bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dan kolesterol. Hal ini bisa jadi karena pengolahan daging yang tidak sehat, misalkan menggunakan bumbu yang berlebihan hingga mineral dan vitaminnya hilang dan menyebabkan senyawa negatif didalamnya. Kemudian karena berlebihan dalam mengonsumsi daging kambing, apa saja yang sifatnya berlebihan ia akan berbahaya bagi kesehatan. Dan pola hidup dizaman sekarang yang tidak sehat. 
Ø  Aroma Kambing mengandung obat terapi bagi orang-orang stres
Aroma kambing bisa jadi sesuatu yang tidak sedap bagi orang banyak, tapi tahukah kawan bahwa hewan yang beraroma tidak sedap ini bisa membantu menenangkan pikiran, menghilangkan stres, membuat pikiran lebih santai, dan menjadi lebih bahagia. Sekarang ini banyak yang memakai kambing sebagai terapi untuk orang stres dengan mencium aromanya. 
Ø  Mampu Mendidik Kepemimpinan Melebihi ilmu Leadership Manapun
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ » . فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ « نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لأَهْلِ مَكَّةَ »
“Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing.” Mereka para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa qirath (mata uang dinar, pen.) dari penduduk Mekah.” (HR. Bukhari, no. 2262).
Kenapa setiap Nabi adalah seorang penggembala kambing? Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian tiba adalah agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia. (Fath Al-Bari, 4:441). Kalau sukses menggembala kambing, maka nantinya akan mudah mengatur manusia kelak saat menjadi seorang nabi.
Dengan menggembala kambing akan melatih kesabaran dalam menyantuni dan mengayomi, selain itu juga menunjukan rasa tawadhu sehingga tidak merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Dan dengan menggembala kambing juga mengajarkan agar tidak bergantung kepada orang lain. Oleh karena itulah kenapa kambing bisa mendidik kepemimpinan melebihi leadership manapun.


About admin bisa

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top