Slider[Style1]

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bina Insan (BISA) merupakan lembaga yang fokus pada pelayanan sosial anak berbasis keluarga islami yang profesional, tepat sasaran dan amanah


Style5



Allah senantiasa memberikan rezeki kepada Hamba-Nya. Baik yang Muslim maupun yang kafir, sama sekali tidak dibedakan dalam pemberian rezeki, hanya Ketaqwaanlah yang membedakan antara yang muslim dan yang kafir. Tidak ada selain Allah yang mampu memberikan rezeki kepada manusia, sesuai firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3).
Dari Firman Allah tersebut secara gamblang disebutkan bahwa segala nikmat telah Allah berikan untukmu dari langit dan bumi. Menurunkan rezeki dari langit dan mengeluarkan rezeki dari dalam bumi, tidak ada yang bisa melakukan selain dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun Allah sudah memberikan rezekinya, bukan berarti kita sebagai Hamba-Nya malah pasif. Justru sebaliknya sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berika, maka kita seharusnya menjemput rezekiNya tersebut. Dalam menjemput rezeki setiap muslim mesti memperhatikan dua hal berikut.
Pertama, Rezeki yang didapatkan mestilah rezeki yang baik. Dalam surat Al-Baqarah ayat 172 Allah Azza wa Jalla berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (Q.S Al-Baqarah :172).
Memakan rezeki yang baik dan kemudian menyukuri nikmat Allah tersebut menunjukan keimanan dari setiap muslim. Baik disini dalam artian bahwa rezeki yang kita dapatkan itu halal,bersih dan lurus serta tidak mengandung kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, selain rezeki yang kita dapatkan merupakan rezeki yang baik. Cara kita untuk memperolehnya pun dilakukan dengan cara yang baik pula. Islam melarang segala hal yang dzalim dalam mendapatkan rezeki. Seperti mengurangi timbangan, riba, penipuan dan sebagainya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ﴿١﴾الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ﴿٢﴾وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ﴿٣﴾أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ﴿٤﴾لِيَوْمٍ عَظِيمٍ﴿٥﴾يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya : “Kecelakaan besar bagi orang yang curang. Yaitu orang yang menerima takaran, harus dipenuhi. Dan apabila mereka menakar, mereka akan mengurangi. Tidakkah orang-orang yakin mereka dibangkitakan pada hari yang besar yaitu hari saat manusia menghadap Rabb semesta alam” (QS. Al-Muthaffifin 1-6)
Selain itu Rasulullah SAW bersabda :

 افلا جعلته فوق الطعام كى يراه الناس؟ من غش فليس منا (رواه مسلم و ترمذى

“Kenapa engkau tidak meletakkannya di atas agar bisa dilihat oleh pembeli? Barang siapa yang menipu, ia bukan termasuk golonganku. (Hadits riwayat Muslim dan Turmudzi)”
Dan termasuk dalam kategori menipu ialah seseorang menjual barang miliknya yang cacat, tetapi ia tidak menjelaskannya kepada pembeli dengan jujur. Serta segala hal bentuk penipuan.




About admin bisa

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:


Top